Latest News

Faktor-Faktor Keperilakuan Pada Penganggaran Modal

Faktor-faktor Keperilakuan pada Penganggaran Modal
Faktor Perilaku
Manajer keuangan dan akuntan manajerial yang terlibat dalam operasional penganggaran, baik dalam mengembangkan anggaran serta pelaporan kinerja. Seperti contoh anggaran operasional meliputi anggaran penjualan, anggaran biaya tenaga kerja, anggaran biaya produksi, dan anggaran lainnya. Dimana penekanan pada perbandingan hasil aktual dengan anggaran kontrol, perencanaan, koordinasi dan tujuan, disajikan secara detail.

Manajer keuangan dan akuntan manajerial juga terlibat dalam proses penganggaran dari penganggaran proses dan anggaran modal. Karena keterlibatan ini sangat penting, dimana mereka menyadari faktor utamanya adalah perilaku. Semua ini sangat mempengaruhi anggaran untuk modal dan pengambilan keputusan. Maka tujuan pada bab ini yaitu untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi anggaran pada modal dan pengambilan keputusan.

Definisi Capital Budgeting (Anggaran Modal)
Penganggaran modal dapat didefinisikan sebagai proses pengalokasian dana untuk proyek jangka panjang. Keputusan penganggaran modal yang dibuat harus sesuai dengan kebutuhan serta melibatkan jumlah modal yang relatif besar. Komitmen dan jangka waktu pendanaan serta ketidakpastian yang disebabkan oleh lamanya waktu yang diperlukan dan kesulitan dalam memperkirakan variabel untuk mengambil keputusan (jumlah arus kas, waktu, dll). Sebagai contoh proyek untuk penganggaran modal akan mencakup pembelian peralatan produksi untuk jangka panjang, pembangunan fasilitas pabrik baru dan staf untuk departemen baru (seperti produksi dan pemasaran produk baru) dimana membutuhkan modal dan biaya yang cukup besar.
Karena pada dasarnya jumlah anggaran yang terlibat cukup besar. Maka, akan mengakibatkan kebangkrutan serta akan merusak penganggaran modal dalam pengambilan keputusan, masalah arus kas yang sulit, atau paling tidak kegagalan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. Maka sebagian besar perusahaan mendekati keputusan ini dengan cara gravitasi serta terus-menerus mencari cara untuk memperbaiki proses penganggaran modal.
Untuk membantu dalam pencarian ini, konsultan, peneliti, dan mereka yang secara langsung berkaitan dengan pengambilan keputusan tersebut, mengembangkan sejumlah teknik, yang sebagian besar berkaitan dengan meningkatkan interpretasi ekonomi  dengan data yang terkait dalam keputusan tersebut. Beberapa teknik ini didiskontokan dengan cara mengestimasi kembali nilai bersih saat ini, analisis sensitivitas, simulasi, dan pemrograman matematis. Sementara itu, literatur penuh dalam diskusi ini, menunjukkan sangat sedikit perhatian yang terjadi pada faktor perilaku yang terlibat dalam proses tersebut.

Jenis dan Pentingnya Faktor Keperilakuan pada Penganggaran Modal
Faktor keperilakuan setelah pemilihan teknik memerlukan identifikasi proyek yang potensial, ramalan (estimasi) arus kas untuk masing-masing proyek, penggunaan teknik analisis, pemilihan keputusan dan implementasi (proses yang nampaknya mudah).
Dalam indentifikasi dan spesifikasi proyek yang potensial memerlukan kreatifitas dan kemampuan mengubah pemikiran (ide) menjadi sebuah proyek praktis. Pemilihan keputusan haruslah benar-benar objektif. Ketidakpastian yang tidak bisa dipisahkan dalam menjelaskan proyek (seperti memperkirakan waktu dari arus kas atau nilai residu (nilai sisa) sebuah barang) menghambat aplikasi pemilihan teknik yang objektif. Karena hasil dari analisis teknis harus diinterpretasikan dengan hati-hati, dimana kemampuan untuk mempertimbangkan dan memutuskan adalah faktor yang penting.
Contoh lain dari faktor keperilakuan adalah kesuksesan atau kegagalan sebelumnya tergantung pada kinerja anggota yang melaksanakan proyek. Akibatnya, akan tidak bijak untuk mengevaluasi dan mengimplementasi proyek tanpa memasukkan konten keperilakuan dalam proses. Deskripsi faktor keperilakuan yang lebih lanjut adalah sebagai berikut:
1.             Masalah Dalam Mengidentifikasi Proyek yang Potensial
Seseorang yang terlibat dalam proses penganggaran harus memiliki kemampuan yang kreatif dalam mencari dan mengamati susunan proyek modal yang potensial untuk organisasi. Setelah diidentifikasi, mereka harus merinci secukupnya atau mendefinisikan sehingga dapat dilakukan proses-proses pertimbangan. Tidak kalah pentingnya penjelasan variabel keputusan, dimana pengambilan keputusan berdasarkan adopsi proyek tidak seharusnya digunakan.

2.             Masalah Prediksi yang Disebabkan Perilaku Manusia
Ketika input untuk model keputusan matematis dapat mudah dimengerti, ketidakpastian yang mendasarinya harus dikenali. Harus disadari bahwa beberapa input (seperti waktu dan besaran arus kas) tergantung pada kemampuan untuk memprediksi perilaku yang ditugaskan pada implementasi proyek.
Perhitungan yang halus dan perbandingan individu dan grup aktivitas yang lebih dari lima hingga dua puluh tahun merupakan pekerjaan yang berbahaya. Contohnya ketika keputusan anggaran diperkirakan dapat memprediksi manajemen proyek individu tertentu, orang tersebut mungkin saja meninggalkan organisasi atau di transfer dan digantikan dengan orang yang berbeda, sehingga dapat berdampak pada akurasi estimasi data.
Dan juga secara umum diketahui bahwa seseorang belajar dari waktu ke waktu karena mereka mengerjakan prosedur tertentu. Sehingga perubahan kesuksesan dari proyek waktu yang lama harus dimasukkan ke dalam akun pada prediksi data keputusan dengan mempertimbangkan kemajuan kinerja dari anggota yang terlibat dalam proyek, sering disebut “kurva pembelajaran”. Kurva ini berbeda untuk situasi yang berbeda, jadi penting kepada anggota yang terlibat dalam penganggaran modal untuk mengestimasi kurva pembelajaran dari anggota yang terlibat dalam proyek. Pergantian anggota yang potensial juga harus dipertimbangkan saat pembentukan akurasi perkiraan dengan biaya yang berhubungan dengan proyek.

3.             Masalah Manajer dan Ukuran Kinerja Jangka Pendek
Aspek keperilakuan lain pada prosedur pemilihan proyek adalah metoda review kinerja yang tidak konsisten dengan metoda pemilihan proyek. Penilaian kinerja dan kompensasi cenderung pada ruang lingkup yang kecil, biasanya tahunan, triwulan atau bulanan. Sehingga berfokus pada manajemen tingkat bawah dan manajemen level menengah, yang biasanya berkinerja jangka pendek, sering diukur dengan tingkat pengembalian akuntansi. Proyek yang kinerjanya tidak dimulai dari periode yang berbeda akan menarik sedikit manajer tingkat yang lebih rendah. Manajemen tingkat atas harus menyadari bias alami yang disebabkan review proses kinerja.
Jarang terdapat kesesuaian antara manajer dan proyek, dimana manajer individu akan mengambil alih proyek dari pendahulunya dan mulai dengan cara mereka yang berbeda. Jika pergantian manager yang cukup cepat, maka tidak satu pun manajer dapat dipertanggungjawaban atas kesuksesan atau kegagalan proyek tertentu.
Modal akan terbuang jika manajer yang baru secara berkala menghentikan proyek dari manajer sebelumnya dan memulai proyek baru. Manajemen tingkat atas harus mempertimbangkan perputaran dalam pemilihan prosedur dan harus mengevaluasi pada tingkat mana masalah terjadi dan bagaimana hal tersebut akan berdampak pada proposal tertentu.

4.             Masalah yang disebabkan Identifikasi Diri Sendiri dengan Proyek
Pada beberapa kasus, manajer mungkin akan bertahan pada posisinya tanpa dipromosikan atau ditransfer. Hal ini menyebabkan kesulitan jika manajer mengidentifikasi diri dengan proyek-proyek yang dipikirkan dan dimulai. Sejak proyek yang diidentifikasi dengan seseorang atau divisi tertentu, orang tersebut cenderung melibatkan dirinya sendiri dengan proyek terdahulu yang dia pilih dan akan berusaha membuat proyek menjadi sukses atau terlihat sukses setelah proyek didanai.
Manajemen tingkat atas harus mewaspadai proses yang membuat proyek gagal terlihat baik. Hal ini harus diketahui sebelum manajer meninggalkan perusahaan atau secara fungsional menghindari pengakuan proyek dengan pengusulan penghentian kerja.

5.             Pembentukan Anggota dan Proyek Modal
Dalam proses pemilihan proyek, manajemen tingkat atas harus mempertimbangkan apakah pengusulan proyek bagus untuk pengembangan pengusul kali ini. Proyek mungkin terlalu besar untuk seseorang atau sebuah divisi untuk diserap tanpa mendorong manajer keluar jangkauannya.
Lain halnya, manajemen tingkat atas mungkin mendorong suatu divisi untuk terlibat pada suatu proyek yang secara ekonomis tidak menarik, namun menawarkan keuntungan pelatihan anggota untuk potensi masa depan yang tidak dapat dikuantifikasikan. Contohnya, sebuah proyek menyediakan peningkatan kemampuan anggota baik dalam fase pemilihan dan implementasi dalam penganggaran modal.

6.             Penyusunan Anggaran Modal sebagai Ritual
Beberapa ilmuan keperilakuan menyarankan bahwa seluruh proses penyusunan anggaran modal adalah sebuah ritual. Mereka menyarankan bahwa hanya sedikit proyek yang diajukan oleh manajer tingkat bawah kecuali jika usulan tersebut memiliki peluang yang bagus untuk disetujui. Terlalu banyak rasa malu dan “hilang muka” yang diidentifikasikan dengan proyek yang ditolak

7.             Perilaku Mencari Resiko dan Menghindari Resiko
Individu bereaksi secara berbeda terhadap resiko. Beberapa orang tampaknya menikmati pengambilan keputusan yang beresiko dan berada dalam situasi yang beresiko sementara yang lain mencoba untuk menghindari hal-hal tersebut. kondisi tertentu dari tingkat penghindara resiko oleh pengambilan keputusan dalam penyusunan anggaran modal akan mempengaruhi bagaimana orang tersebut bereaksi atas proyek. Berdasarkan kelompok data yang sama, dua pengambil keputusan yang berbeda kemungkinan besar akan membuat keputusan yang berlawanan bergantung pada perasaan mereka terhadap resiko.

8.             Membagi Kemiskinan
Fenomena “membagi kemiskinan” seringkali memiliki dampak yang penting dalam proses penyusunan anggaran modal. Hal ini terjadi ketika tersedia lebih banyak proyek anggaran modal yang potensial lebih menguntungkan dibandingkan dengan dana yang tersedia untuk mendanainya, suatu kondisi yang disebut dengan rasionalisasi modal.

Tampilan Rasio
Dalam meninjau faktor-faktor ini, juga dicatat bahwa terdapat masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kesulitan dalam mengidentifikasikan dan memilih proyek modal dan kebutuhan akan kreativitas dan penilaian manusia.
Kesimpulannya, seseorang dapat mengatakan bahwa proses penyusunan anggaran memiliki tampak muka rasionalitas, terutama ketika model matematis yang rumit digunakan. Model matematis tersebut memberikan atmosfir kepastian, logika, dan ilmu pengetahuan. Tetapi, yang mendasari proses pengambilan keputusan adalah faktir-faktor keperilakuan yang disebutkan dalam bab ini. Sayangnya, para pengambil keputusan mungkin tidak ingin mengakui bahwa faktor-faktor manusia yang irasional mungkin menjadi faktor yang terpenting dalam penerimaan atau penolakan terhadap suatu proyek tertentu.

Saran-saran Perbaikan
Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengaruh yang merugikan dari faktor-faktor keperilakuan manusia terhadap proses penyusunan anggara modal? Pertama, adalah penting bahwa mereka yang terlibat dalam penyusunan anggaran modal menyadari faktor-faktor keperilakuan yang melekat pada proses tersebut. dimana mungkin, faktor-faktor ini sebaiknya tidak diperbolehkan untuk mengaburkan data keputusan yang relevandan yang bersifat lebih rasional. Sementara dalah tidak mungkin untuk tidak sama sekali menghilangkan faktor-faktor manusia, suatu pendekatan yang berhasil akan menekankan pada kesadaran akan faktor-faktor tersebut dan uasaha-usaha untuk mengendalikan dampaknya yang disfungsional.
Kesimpulannya, disarankan bahwa mereka yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran modal dan dalam manajemen proyek modal sebaiknya paling tidak menyadari akan faktor-faktor keperilakuan yang terlibat. Paling tidak, mereka sebaiknya mengambil langkah-langkah aktif untuk memastikan bahwa faktor-faktor keperilakuan dari penyusunan anggaran modal tidak menghasilkan keputusan yang suboptimal.

Refrensi:
- Lubis, Arfan Ikhsan, 2010, Akuntansi Keperilakuan, Edisi 2, Salemba Empat, Jakarta.

No comments:

Post a Comment

HIMAKA UNITRI - All Reserved © 2016

Theme images by Bim. Powered by Blogger.