Latest News

Rekonsiliasi Antara Kantor Pusat Dan Cabang

Rekonsiliasi Antara Kantor Pusat dan Cabang
            Rekonsiliasi bertujuan untuk mencocokkan antara dua pihak yang memiliki hubungan bisnis yang rutin, misalnya saja dikenal  rekonsiliasi antara bank dengan perusahaan maupun rekonsiliasi antara induk dan anak perusahaan, termasuk pula rekonsiliasi antara pusat dan cabang. Transaksi yang berhubungan antara Kantor Pusat dan Cabang dapat dilihat pada rekening koran masing-masing buku yang ada pada masing-masing pihak yaitu rekening “R/K Kantor Pusat” pada Buku Cabang dan rekening “R/K Kantor Cabang” pada Buku Pusat. Masing-masing rekening tersebut harus mempunyai saldo yang sama besarnya, hal ini disebabkan karena setiap transaksi yang terjadi antara Kantor Pusat dan Cabang akan dicatat oleh kedua belah pihak sehingga saldo rekening koran pada masing-masing pihak akan selalu menunjukkan saldo yang sama.
            Apabila terjadi saldo yang tidak sama, ini berarti ada salah satu pihak yang belum mencatat transaksi tersebut atau ada kesalahan dalam pembukuan. Jika terjadi hal semacam ini, perlulah diadakan suatu rekonsiliasi antara Kantor Pusat dan Cabang agar diperoleh saldo yang sama.
            Proses rekonsiliasi Kantor Pusat dan Cabang ini mempunyai cara yang sama seperti proses rekonsiliasi antara Bank dan perusahaan. Jurnal koreksi atau jurnal penyesuaian harus dibuat untuk membenarkan pembukuan milik masing-masing pihak. Jurnal penyesuaian dan rekonsiliasi dibuat sebelum disusun laporan keuangan gabungan. Contoh dari adanya transaksi yang harus disesuaikan tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Pengiriman barang dari Pusat sebesar Rp 500.000,00 belum diterima oleh cabang sampai saat dibuatnya laporan keuangan.
Akibat adanya hal ini, Cabang belum mencatat adanya pengiriman barang tersebut sehingga rekening “R/K Kantor Pusat” dicatat terlalu rendah bila dibandingkan dengan yang dicatat di Pusat. Setelah diketahui, maka Kantor Cabang harus segera mengadakan jurnal penyesuaian sebagai berikut :
            Pengiriman barang dari pusat (dalam perjalanan)....... Rp 500.000,00
                        R/K Kantor Pusat ......................................................Rp 500.000,00
                        Dengan adanya penyesuaian ini, maka rekening timbal balik (reciprocal account) antara pusat dan cabang akan bersaldo sama.
b.      Pengiriman uang sebagai setoran cabang ke pusat sebesar Rp 2.500.000,00 ternyata sampai tanggal dibuatnya laporan keuangan belum diterima oleh Pusat.
Akibat adanya hal ini, maka rekening “R/K Kantor Cabang” yang ada dibuku Pusat dicatat terlalu tinggi, sehingga setelah diketahui harus segera dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut :
            Kas (dalam perjalanan).......................................Rp 2.500.000,00
                        R/K Kantor Cabang................................................Rp 2.500.000,00
c.       Penerimaan pembayaran piutang dari Langganan Cabang Langsung disetorkan ke Pusat sebesar Rp 2.000.000,00. Hal ini belum diketahui oleh Cabang.
Akibat adanya hal ini, maka rekening “R/K Kantor Pusat” di Cabang belum dikurangi. Demikian pula, rekening “piutang dagang” di buku Cabang masih belum dikurangi. Jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah :
R/K Kantor Pusat............................................. Rp 2.000.000,00
            Piutang Dagang .....................................................Rp 2.000.000,00
Sedangkan uang kas sebesar Rp 2.000.000,00 dari langganan, sudah dicatat sebagai penerimaan kas oleh pusat yang berasal dari Cabang (sama sifatnya dengan setoran uang dari cabang ke pusat).
d.      Koreksi salah satu atau beberapa rekening cabang yang belum dilaporkan (diketahui) oleh pusat. Misalnya : Laba cabang selama satu tahun yang seharusnya adalah Rp 9.000.000,00 tetapi dilaporkan ke Pusat hanya sebesar Rp 8.000.000,00.
Akibat adanya hal ini, maka Pusat mengakui Laba cabang terlalu rendah sebesar Rp 1.000.000,00 sehingga Pusat harus segera mengadakan jurnal penyesuaian sebagai berikut :
            R/K Kantor Cabang .......................................... Rp 1.000.000,00
                        Laba yang ditahan ...................................................Rp 1.000.000,00
                        Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai rekonsiliasi Kantor Pusat dan Cabang dapat dilihat dalam contoh berikut ini :
              Contoh 7 :
                        PT “MERPATI PERSADA UTAMA” yang ada di kota Alengka mempunyai Cabang perusahaan di kota Madukara. Pada saat akan disusun Laporan Keuangan gabungan antara Kantor Pusat dan Cabangnya, terjadi ketidaksamaan saldo antara rekening “R/K-PUSAT” di buku cabang dengan rekening “R/K-Cabang” di Pusat. Data keuangan dan transakasi yang terjadi adalah sebagai berikut :
1.      Saldo rekening “R/K-Pusat  ” (pada buku cabang) adalah sebesar Rp 467.300.000,00 sedangkan saldo rekening “R/K-Cabang” pada buku Kantor Pusat sejumlah Rp 492.000.000,00 masing-masing pertanggal 31 Desember 19A.
2.      Kantor Cabang mengirimkan cek dengan nomor 01457 pada tanggal 30 Desember 19A sebesar Rp 12.000.000,00 dan Cek ini baru diterima pada tanggal 5 Januari 19B.
3.      Kantor Pusat mengirimkan barang dagangan kepada Cabang pada tanggal 28 Desember 19A. Harga pokok barang dagangan tersebut adalah sebesar Rp 20.000.000,00 dan harga transfer ke cabang sebesar Rp 25.000.000,00. Barang dagangan ini diterima oleh Cabang pada tanggal 8 Januari 19B.
4.      Biaya iklan sejumlah Rp 8.500.000,00 yang dibebankan kepada cabang oleh Pusat, keliru dicatat oleh Cabang sebesar Rp 5.800.000,00.
5.      Seorang langganan Kantor pusat telah melunasi hutangnya melalui Kantor cabang sebesar Rp 15.000.000,00 dan pelunasan ini ternyata belum diberitahukan kepada Kantor Pusat.
Berdasarkan data-data transaksi di atas, maka dapat dibuat jurnal penyesuaian rekonsiliasi sebagai berikut :
1.      Jurnal penyesuaian untutk mencatat kas dalam perjalanan pada buku Kantor Pusat.
Kas (dalam perjalanan)............................... Rp 12.000.000,00
          R/K Kantor Cabang ................................   .Rp 12.000.000,00
Rekening kas dalam perjalanan ini di dalam Neraca Gabungan akan tampak dalam rekening “Kas”.
2.      Jurnal penyesuaian untuk mencatat barang dagangan dalam perjalanan pada buku Cabang :
Barang dari pusat (dalam perjalanan) ...........Rp 25.000.000,00
          R/K Kantor Pusat ...................................... Rp 25.000.000,00
3.      Jurnal koreksi untuk memberikan kesalahan pencatatan biaya iklan pada buku Cabang, sebesar Rp 8.500.000,00 – Rp 5.800.000,00 = Rp 2.700.000,00
Biaya iklan ...................................................Rp 2.700.000,00
          R/K Kantor Pusat .......................................Rp 2.700.000,00
4.      Jurnal untuk mencatat pelunasan hutang seorang langganan Kantor Pusat yang pelunasannya lewat cabang sebesar Rp 15.000.000,00 pada Buku Pusat.
R/K Kantor Cabang .....................................Rp 15.000.000,00
          Piutang dagang ........................................  Rp 15.000.000,00
Sedangkan Kantor Cabang pada saat menerima uang pelunasan dari langganan Kantor Pusat telah membuat jurnal sebagai berikut:
Kas ................................................................... Rp 15.000.000,00
          R/K Kantor Pusat ........................................................Rp 15.000.000,00
Setelah membuat jurnal penyesuaian dan jurnal koreksi tersebut di atas, maka dapat dibuat rekonsialiasi Kantor Pusat dan Cabang sebagai berikut :
PT.”MERPATI PERSADA UTAMA”
Rekonsiliasi Kantor Pusat dan Cabangnya
31 Desember 19-A
No
Keterangan
R/K PUSAT
(Buku Cabang)
(Rp)
R/K Cabang
(Buku Pusat)
(Rp)
1.
Saldo masing-masing buku 31 Desember 19A...........................

467.300.000,00

492.000.000,00
2.
Kas dalam perjalanan (JP.No.1)
 
 (12.000.000,00)
3.
Barang dalam perjalanan (JP.No.2)....................................

  25.000.000,00

4.
Koreksi kesalahan biaya iklan (JP.No.3)....................................

    2.700.000,00

5.
Pelunasan piutang dari langganan (JP. No.4)



  15.000.000,00

Saldo yang benar 31-12-19A
495.000.000,00
495.000.000,00


          Rekonsialisasi Kantor Pusat dan cabang ini perlu dibuat terutama pada saat akan dibuat laporan keuangan gabungan antara Pusat dan Cabang sehingga rekening “R/K-Kantor Pusat” pada buku Cabang dan Rekening “R/K-Kantor Cabang” pada buku Pusat menunjukkan saldo yang sama besarnya.

6.6 Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan Antara Pusat dan Cabang
            Pada akhir periode akuntansi, Kantor Pusat dan Kantor Cabangnya harus menyusun laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan (neraca) dan hasil usaha (rugi-laba) dari operasinya selama satu periode. Yang wajib membuat laporan keuangan gabungan adalah kantor pusat.
            Kantor Pusat akan membuat Neraca dan Rugi-Laba secara individual, demikian pula kantor Cabangnya. Meskipun laporan keuangan individual tersebut dapat menunjukkan informasi-informasi yang penting, baik untuk Kantor Pusat maupun maupun Kantor Cabang, tetapi laporan individual tersebut tidak dapat menggambarkan posisi keuangan dan hasil usaha kantor dan kantor cabangnya sebagai satu kesatuan ekonomis.
            Dalam uraian di muka dijelaskan bahwa aktiva dan hutang yang ada di Kantor Cabang, sebetulnya adalah merupakan sebagian dari modal kantor pusat yang ditanamkan di Cabang yang bersangkutan. Demikian pula pendapatan dan biaya-biaya yang terjadi di Cabang juga merupakan sebagian dari pendapatan dan biaya-biaya usaha dari Kantor Pusat.
            Kantor cabang dianggap sebagai unit usaha yang berdiri sendiri hanya dipandang dari segi adminitrasi, tetapi dari dari sudut pandang manajemen dan pertanggungjawabannya terhadap para pemilik, Cabang adalah merupakan satu kesatuan kekayaan dengan kantor pusat. Oleh karena itulah pertanggungjawaban manajemen kepada para pemilik harus meliputi aktiva dan hutang yang ada di Kantor Pusat dan Cabangnya. Demikian pula hasil usahayang didapat serta biaya-biaya yang terjadi, harus dilaporkan baik yang ada di kantor Pusat maupun Kantor Pusatnya.
            Berdasarkan uraian di atas, maka laporan keuangan yang dibuat harus merupakan laporan keuangan gabungan antara Kantor Pusat dan Cabang. Laporan keuangan gabungan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan sebagai satu kesatuan ekonomi (the unit unit entity) secara keseluruhan.
            Laporan keuangan gabungan antara Kantor Pusat dan Cabang  terdiri dari Neraca gabungan dan Laporan Laba Rugi. Dalam menyusun Neraca gabungan dan laporan Laba-Rugi gabungan, semua transaksi antar Pusat dan Cabang dibatalkan dan kekayaan secara hutang Cabang dan Pusat dijadikan satu.
            Penyusunan Neraca gabungan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Menghapuskan (mengeliminasi) saldo rekening “R/K-Kantor Pusat” dengan “R/K-Kantor Cabang” dan Saldo rekening “Hutang” dengan “Piutang” antara kantor pusat dan cabang yang ada pada neraca individual kantor pusat dan cabangnya.
b.      Menjumlahkan (menggabungkan) saldo rekening-rekening aktiva dan rekening-rekening hutang yang ada dalam rencana individual kantor maupun kantor Cabang.

Sedangkan untuk penyusunan laporan laba-rugi gabungan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Menghapuskan (mengeliminasi) saldo rekening “Pengiriman barang dari pusat” dengan rekening-rekening pendapatan dan biaya yang terjadi antara Pusat dan Cabang.
b.      Menjumlahkan (menggabungkan) saldo rekening-rekening pendapatan dan laba di luar usaha, rekening-rekening biaya dan rugi diluar usaha yang terdapat dalam laporan keuangan Rugi Laba individual Kantor Pusat dan Cabang.
Untuk memberikan gambaran yang jelas dari penyusunan laporan keuangan gabungan antara Kantor Pusat dan  Kantor Cabang, diberikan contoh seperti dibawah ini.
            Berikut ini adalah neraca dan laporan Laba-Rugi  milik Kantor pusat dan Kantor Cabangnya pada akhir tahun 19B.

PT. “ARINTA RAMA” Kantor Pusat “Neraca”
31 Desember 19B
Kas.......................Rp   2.500.000,00
Hutang Dagang Rp   2.600.000,00
Piutang ................ Rp  4.860.000,00
Hutang Lain”    Rp   7.500.000,00
Persediaan ........... Rp  8.600.000,00
Modal Saham .  Rp 50.000.000,00
R/K Cabang .........Rp  7.900.000,00
Laba yg Ditahan Rp 10.300.000,00
Aktiva Tetap .......Rp 40.000.000,00

Aktiva Lain-lain .Rp   6.540.000,00

Total Aktiva ........Rp 70.400.000,00
Total Hut. & Modal....Rp 70.400.000,00

Kantor Pusat
Laporan Laba – Rugi
31 Desember 19B
Penjualan                                                                                Rp 19.600.000,00
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan awal                                  Rp 3.000.000,00
Pembelian                                            Rp 6.750.000,00 +
Barang tersedia untuk dijual               (Rp   750.000,00)
Persediaan akhir                                  (Rp 3.000.000,00)
            Harga pokok penjualan                                               Rp  6.000.000,00
            Laba kotor operasi                                                      Rp 13.600.000,00
Biaya-biaya operasi :
Biaya administrasi                                           Rp 1.000.000,00
Biaya penjualan                                               Rp 1.500.000,00
Biaya operasi lain-lain                                    Rp    800.000,00 +
            Total biaya operasi                                                      Rp  3.300.000,00


Sedangkan Neraca dan Laporan Laba-rugi untuk kantor Cabang adalah sebagai berikut:
Kantor Cabang
Neraca
31 Desember 19B
Kas............................... Rp 3.400.000,00
Hutang dagang .............Rp    460.000,00
Piutang........................ Rp 2.250.000,00
Hutang Gaji...................Rp    350.000,00
Persediaan................... Rp 1.500.000,00
R/K Pusat......................Rp 7.900.000,00
Aktiva tetap................. Rp 1.560.000,00

Total aktiva.................. Rp 8.710.000,00
Total pasiva ..................Rp 8.710.000,00

Kantor Cabang
Laporan Laba- Rugi
31 Desember 19B

Penjualan                                                                     Rp 9.500.000,00
Harga Pokok Penjuaalan :
Persediaan awal                                  Rp               0,00
Pengiriman barang dari Pusat             Rp    750.000,00        
Pembelian                                            Rp 5.200.000,00 +
           
Barang tersedia untuk dijual               Rp 5.950.000,00
Persediaan akhir                                  (Rp   300.000,00)
            Harga pokok penjualan                                   Rp 5.650.000,00
            Laba kotor operasi                                          Rp 3.850.000,00

Biaya-biaya operasi :
Biaya gaji                                            Rp   150.000,00
Biaya administrasi                               Rp   110.000,00
Biaya penjualan                                   Rp   190.000,00
Biaya penyusutan                                Rp   200.000,00 +
Total biaya operasi                                                      Rp    650.000,00
Laba bersih operasi                                                     Rp 3.200.000,00

Setelah Neraca dan Laporan Laba-rugi individual milik Pusat dan Cabang diketahui, langkah berikutnya adalah membuat “kertas kerja penyusunan Laporan Keuangan Gabungan “ yang bentuknya terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
Kertas Kerja Penyusunan Neraca Gabungan
Kantor Pusat dan Kantor Cabang
31 Desember 19B
(dalam rupiah)
Rekening
Kantor
Pusat
Kantor
Cabang
Eliminasi
Neraca Gabungan
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Kas
 2.500.000
3.400.000


 5.900.000

Piutang
 4.860.000
2.250.000


 7.110.000

Persediaan
 8.600.000
1.500.000


10.100.000

R/K Cabang
 7.900.000


7.900.000


Aktiva Tetap
40.000.000
1.560.000


41.560.000

Aktiva Lain-lain
  6.540.000



  6.540.000

Jumlah aktiva
70.400.000
8.710.000




Hutang dagang
  2.600.000
   460.000



3.060.000
Hutang lain-lain
  7.500.000




7.500.000
Hutang gaji

  150.000



   150.000
R/K Pusat

7.900.000
7.900.000



Modal Saham
50.000.000




50.000.000
Laba yang ditahan
10.300.000




10.300.000
Jumlah
70.400.000
8.710.000
7.900.000
7.900.000
71.210.000
71.210.000

Jurnal eliminasi :
            R/K Pusat                    Rp 7.900.000,00
                        R/K Cabang                            Rp 7.900.000,00





Kertas Kerja Penyusunan Laporan Laba-Rugi
Gabungan Kantor Pusat dan Kantor Cabang
31 Desember 19B
Rekening
Kantor
Pusat
Kantor
Cabang
Eliminasi
Laporan Rugi Laba Gabungan
Debit
Kredit
Penjualan
19.600.000
 9.500.000


29.100.000
H.pokok penjualan





Persediaan awal
 3.000.000
0


 3.000.000
Pembelian
 6.750.000
 5.200.000


11.950.000
Penerimaan barang dr pusat
-
    750.000

  750.000
-
Barang tersedia dijual
 9.750.000
 5.950.000


14.950.000
Pengiriman barang ke cabang
( 750.000)
-
  750.000

-
Persediaan akhir
(3.000.000)
(  300.000)


(3.300.000)
h.pokok penjualan
6.000.000
5.650.000


11.650.000
Laba kotor operasi
13.600.000
3.850.000


17.450.000
Biaya biaya operasi :





Biaya adm
1.000.000
   110.000


 1.110.000
Biaya penjualan
1.500.000
   190.000


 1.690.000
Biaya penyusutan
-
   200.000


    200.000
Biaya gaji
-
  150.000


    150.000
biaya operasi lain”
  800.000
-


    800.000
Total biaya operasi
3.300.000
  650.000


 3.950.000
Laba bersih
10.300.000
3.200.000
  750.000
  750.000
13.500.000

            Berdasarkan Kertas Kerja Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan di atas, dapat dibuat Neraca Gabungan dan Laporan Laba-Rugi Gabungan seperti dibawah ini:
Kantor Pusat dan Kantor Cabang
Neraca Gabungan
31 Desember 19B
Kas ............................ Rp  5.900.000
Hutang dagang................ Rp    3.060.000
Piutang ..................... Rp   7.110.000
Hutang lain-lain .............. Rp    7.500.000
Persediaan ...............  Rp 10.110.000
Hutang gaji ..................... Rp       350.000
Aktiva tetap .............. Rp 41.560.000
Modal saham...................Rp  50.000.000
Aktiva lain-lain .......... Rp    6.540.000
Laba yg ditahan................Rp  10.300.000
Total aktiva ............... Rp  71.210.000
Total hut. & modal........... Rp 71.210.000

Kantor Pusat dan Kantor Cabang
Laporan Laba-Rugi Gabungan
31 Desember 19B

Penjualan                                                                                 Rp 29.100.000
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan awal                                              Rp   3.000.000
Pembelian                                                        Rp 11.950.000
Barang tersedia untuk dijual                           Rp 14.950.000
Persediaan akhir                                              (Rp  3.300.000)
            Harga pokok penjualan                                               Rp 11.650.000
            Laba kotor operasi                                                      Rp 17.450.000
Biaya-biaya operasi :
Biaya administrasi                                           Rp  1.110.000
Biaya penjualan                                               Rp  1.690.000
Biaya penyusutan                                            Rp      200.000
Biaya gaji                                                        Rp      150.000
Biaya lain-lain                                                 Rp      800.000
            Total biaya operasi                                                      Rp   3.950.000
            Laba bersih operasi                                                     Rp 13.500.000
Dalam proses pembuatan Laporan Keuangan Gabungan  diatas, ternyata fungsi dan kertas kerja sangat membantu dalam proses penyusunannya. Kertas kerja tersebut memuat kolom-kolom saldo rekening pembukuan milik kantor Cabang, kolom debet dan kredit untuk penyesuaianatau eliminasi, dan kolom untuk neraca gabungan atau laporan laba rugi laporan gabungan. Didalam kolom-kolom kertas kerja tersebut rekening-rekening harus terlebih dahulu digolong-golongkan sedemikian rupa sehingga penjumlahan atau penggabungan saldo rekening-rekening pembukuan yang sama jenisnya dapat dilakukan dengan mudah. Adapun jurnal eliminasi yang dibuat oleh kantor Pusat adalah sebagai berikut:

a.       R/K-Pusat.............................................Rp 7.900.000,00
R/K-Cabang...............................................Rp 7.900.000,00

a.       Pengiriman barang ke Cabang................Rp 750.000,00
Pengiriman barang dari Pusat...............       Rp 750.000,00

6.7. Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan Apabila Barang Dagangan di Cabang di Catat di Atas Harga Pokok
            Apabila barang untuk Cabang oleh Kantor Pusat dicatat/dinota diatas harga pokoknya, maka  pada saat akan disusun laporan keuangan gabungan akan menimbulkan bebrapa masalah yang diperhatikan yaitu:
            -persediaan akhir maupun persediaan  awal barang-barang dicabang yang berasal dari pusat, harus dinyatakan kembali dalam harga pokok yang sebenarnya sesuai dengan catatan Pusat.
-kertas kerja penyusunan laporan keuangan gabungan,disusun berdasarkan neraca saldo (Trial Balance) dari pusat dan cabang. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah penyususnannya.
Untuk dapat memperoleh gambaran yang jelas,diberikan contoh sebagai berikut:
Contoh 9
PT “ARINTA RAMA” Bandung mempunyai sebuah cabang disemarang. Pengiriman barang dagangan ke Cabang Semarang selalu dinota 125% dari harga pokoknya. Disamping dikirim dari Pusat, Cabang Semarang diberi kebebasan untuk membeli barang dagangan dari pihak luar. Berikut ini adalah neraca saldo antara Kantor Pusat dan Kntor Cabangnya pada tanggal 21 Desember 19C.


PT “ARINTA RAMA”
Neraca Saldo
31 Desember 19C
Keterangan
Kantor Pusat
Bandung
Kantor Cabang
Semarang
Debit :


Kas
Rp   5.784.000,00
Rp   5.378.000,00
Piutang Dagang
Rp   4.560.000,00
Rp   2.380.000,00
Persediaan barang, 1 januari 19C
Rp      800.000,00
Rp      360.000,00
Aktiva Tetap
Rp   6.240.000,00
Rp   4.180.000,00
R/K- Kantor Cabang Semarang
Rp   6.868.000,00
                    Rp -
Pembelian
Rp   1.760.000,00
Rp       200.000,00
Penerimaan barang dari Pusat
Rp  -
Rp       480.000,00
Macam-macam biaya usaha
Rp   2.400.000,00
Rp   2.160.000,00
Pembagian debiden
Rp   1.160.000,00
                    Rp -
Jumlah
Rp 29.572.000,00
Rp 15.138.000,00
Kredit :


Hutang dagang
Rp   3.560.000,00
Rp    1.160.000,00
Cad. Kenaikan harga barang cabang
Rp      136.000,00
Rp -
Pengiriman barang ke cabang
Rp      384.000,00
Rp -
Akumulasi penyusutan aktiva tetap
Rp      920.000,00
Rp       890.000,00
Penjualan
Rp 18.800.000,00
Rp    6.220.000,00
Modal saham
Rp   4.600.000,00
Rp -
Laba ditahan 1 januari 19C
Rp   1.172.000,00
Rp -
R/K Kantor Pusat Bandung
Rp -
Rp    6.868.000,00
Jumlah
Rp 29.572.000,00
Rp  15.138.000,00
            Diketahui pula bahwa pada tanggal 31 Desember 19C persediaan barang yang masih ada pada masing-masing pihak adalah sebagai berikut :
Kantor Pusat               Kantor Cabang
Bandung                     Semarang
-          Hg. Pkok barang (dibeli dr luar)            Rp 640.000,00      Rp  80.000,00
-          Hg. Nota barang (dikirim dari pusat)             -                    Rp 160.000,00

Berdasarkan data tersebut diatas, kantor pusat dapat membuta kertas kerja penyusunan laporan keuangan gabungan seperti yang tampak pada halaman berikut :
Penjelasan dan jurnal dari kertas kerja :
1.      Penghapusan rekening neraca yang bersifat timbal balik ( reciprocal account)
R/K Kantor Pusat                                Rp 6.868.000,00
            R/K Kantor Cabang                                        Rp 6.868.000,00
2.      Penghapusan rekening laba-rugi yang bersifat timbal balik serta penyesuaian rekening “Cadangan Kenaikan Harga Barang Cabang “
Pengiriman barang ke cabang                         Rp  384.000,00
Cadangan kenaikan harga barang cabang       Rp     96.000,00*
            Penerimaan barang dari pusat                                     Rp 480.000,00
*besarnya rekening ini dihitung sebagai berikut :
(125%-100%) X Rp 384.000 = Rp 96.000,00
3.      Saldo akhir rekening “Cadangan Kenaikan Harga Barang Cabang” dalam neraca saldo per 31 Desember 19C adalah
Sebesar                                                                        Rp 136.000,00
Berasal dari pengiriman selama tahun 19C               Rp   96.000,00 -
            Saldo awal, per 1 januari 19C            Rp   40.000,00
Saldo rekening “cadangan kenaikan harga barang cabang”sebesar Rp 40.000,00 ini melekat pada harga pokok persediaan awal cabang sehingga perlu disesuaikan dengan jurnal .
Cadangan kenaikan harga barang cabang       Rp 40.000,00
            Persediaan barang dagangan, 1 januari 19C               Rp 40.000,00
4.      Persediaan akhir barang di cabangh yang berasal dari kiriman pusat adalah sebesar Rp 160.000,00. Harga ini mengandung kenaikan 25% di atas harga pokoknya. Harga pokok barang yang ada di cabang yang sebenarnya adalah :
100/125 X Rp 160.000 = Rp 128.000,00. Akibatnya nilai persediaan akhir barang dagangan di cabang harus disesuaikan sebesar Rp 160.000,00 – Rp 128.000,00 = Rp 32.000,00 dengan jurnal :
Persediaan barang daganagn 31 Desember 19C
(Rugi-Laba)                                                     Rp 32.000,00
            Persediaan barang daganagan 31 Desember 19C
            (Neraca)                                                                      Rp 32.000,00

Setelah membuat kertas kerja tersebut, kemudian dapat disusun Laporan Laba-Rugi Gabungan, Laporan Laba yang ditahan gabungan dan Neraca Gabungan sebagai berikut :
PT. ARINTA RAMA
Laporan Laba-Rugi Gabungan
Kantor Pusat dan Kantor Cabang
31 Desember 19C
Penjualan                                                                     Rp 25.020.000,00
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan awal, 1 januari 19C          Rp   1.120.000,00
Pembelian                                            Rp   1.960.000,00
Barang tersedia dijual                         Rp   3.080.000,00
Persediaan akhir, 1 januri 19C           Rp       848.000,00
            Harga pokok penjualan                                   Rp   2.232.000,00
                        Laba kotor penjualan                          Rp 22.788.000,00
Macam – macam biaya usaha                                     Rp   4.560.000,00
                        Laba bersih                                          Rp 18.228.000,00

PT. ARINTA RAMA
Laporan Laba Yang Ditahan Gabungan
Kantor Pusat dan Kantor Cabang
31 Desember 19C
Saldo laba yang ditahan, 1 Januari 19C                     Rp  1.172.000,00
Laba bersih tahun 19C                                                Rp 18.228.000,00 +
                                                                                    Rp 19.400.000,00
Deviden yang dibagi                                                   Rp    1.160.000,00
Laba yang ditahan, 31 desember 19C                        Rp 18.240.000,00

  

PT.ARINTA RAMA
Neraca Gabungan
Kantor Cabang dan Kantor Pusat
Per 31 Desember 19C
Kas...........................Rp 11.162.000,00
Hutang Dagang .......Rp   4.720.000,00
Piutang Dagang........Rp   6.940.000,00
Modal saham ..........Rp   4.600.000,00
Persediaan Barang ...Rp      848.000,00
Laba di tahan...........Rp 18.240.000,00
Aktiva Tetap.............Rp 10.420.000,00

Akumulasi Depr ......Rp (1.810.000,00)

Total Aktiva .............Rp 27.560.000,00
Total Hut & modal Rp 27.560.000,00
                        
Download Lengkap Filnya Dibawah Ini, Lengkap dengan power pointnya, silahkan di ambil di bawah ini, (Ditombol warna merah ya, terima kasih
DISINI

3 comments:

  1. ijin sedot yahh.. terima kasih sangat membantu sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok, jangan lupa ikuti kami untuk mendapatkan materi terbaru dar kami. thanks atas kunjungannya

      Delete
  2. makasih,,, ini dr drs arifin ya,,, thanks pokoknya

    ReplyDelete

HIMAKA UNITRI - All Reserved © 2016

Theme images by Bim. Powered by Blogger.